Qalqalah
1. Pengertian :
Qalqalah Yaitu membunyikan huruf-huruf tertentu dengan suara yang memantul keluar dari makhroj hurufnya  atau  dengan  suara  tertentu,  karena  huruf  tersebut mati atau  hidup tetapi membacanya waqof / berhenti.
2. Huruf-huruf qolqolah ada 5 yaitu : ق ط ب ج د
3.Qalqalah terdiri atas 4 Macam:
A.    Qalqalah Sughra (kecil) ﻘﻠﻘﻠﺔ ﺻﻐﺮﻯ : Qalqalah yang berada di tengah kata atau dengan kata lain qalqalah dengan sukun asli. Cara membaca qolqolah sughro ialah dengan memantulkan suara dari makhroj hurufnya dengan pantulan tidak begitu kuat.
Contoh: (QS 101:3) ﺃْﺪﺭﺍﻙ
B.     Qalqalah Kubra (besar) ﻘﻠﻘﻠﺔ ﻛﺒﺮﻰ : Qalqalah yang berada di akhir kata atau karena diwakafkan bukan karena sukun asli. cara membaca qolqolah kubro dengan memantulkan suara dari makhroj hurufnya dengan pantulan kuat.
Contoh: (QS 111:2) ﻛﺴﺐ
C.     Qalqalah Akbar ﻘﻠﻘﻠﺔ ﺃﻛﺒﺮ : Qalqalah yang berada di akhir kata karena diwakafkan serta bertasydid, pengucapannya ditekan 2 harakat.
Contoh: (QS 111: 1) ﻮﺘﺐ

D.    Ashlul Qalqalah ﺃﺻﻠﻞ ﻘﻠﻘﻠﺔ : Huruf qalqalah asli yang tidak beharakat sukun (mati) ataupun disukunkan atau diwakafkan.

4. Cara Membaca Qalqalah
A.    Apabila sebelum huruf qalqalah berharakat fathah maka penyebutannya lebih dekat ke fathah
B.     Apabila sebelum huruf qalqalah berharakat kasrah maka penyebutannya lebih dekat ke kasrah
C.     Apabila sebelum huruf qalqalah berharakat dhammah maka penyebutannya lebih dekat ke dhammah.


HUKUM RA’
1.      Pengertian :
Makhraj huruf Ra’ adalah ujung lidah agak ke dalam sedikit dengan lidah bergetar ketika mengucapkannya.Kemudian Dalam mengucapkan bacaan Al Qur’an, hokum membaca huku Ra’ itu ada dasarnya yaitu Tarqiq dan Tafkhim
2.      Cara Baca Huruf Ra’ :
A.    Ra’ Berharakat
a)      Ra’ Fathah Atau Dlammah (    /    ). Dibaca tafkhim, seperti :

Kecuali ketika imalah (dibaca miring) seperti                         Ra’nya dibaca tarqiq
b)      Ra’ Kasrah selalu di baca tarqiq, seperti :

c)      Ra’ berharakat yang di akhir kata jika dibaca waqaf, maka di baca sesuai dengan harakat aslinya. Jika harakat aslinya fathah atau dhommah maka di baca tafkhim, dan jika harakat aslinya kasrah, maka ibaca tarqiq. Contoh :



d)     Jika Ra’ berharakat yang dibaca waqaf itu didahului denan ya’ sukun maka dibaca tarqiq, Seperti :

B.     Ra’ Sukun
a)                Jika jatuh sesudah fahah atau dlammah, maka Ra’ sukun dibaca tafkhim seperti

b)      Jika jatuh sesudah hamzah wahal, Ra’ sukun juga dibaca tafkhim seperti :



c)      Ketika didahului hurif berharakat kasrah yang bukan hamzah washal, dan tidak berhadapan dengan hurufisti’ls’ dalam satu kata, ra’ dibaca tarqiq, seperti :
d)      Jika berhadapan dengan huruf  isti’la’ dalam satu kata meskipun didahului kasrah, maka ra’ sukun dibacatafkhim, seperti :

e)      Kalau Jatuh sesudah kasrah dan berhadapan dengan huruf isti’la’ yang berharakat kasrah, maka ra’ sukun boleh tarqiq, seperti :

Keterangan :
       I.            Hamzah Washal adalah hamzah yang ketika berada di tengah kalimat tidak terbaca
    II.            Huruf isti’la’ adalah huruf yang memiliki sifat isti’la’ yaitu ketika melafazhkannya lllidah terangkat ke langi – langit mulut dan diikuti oleh gerak bibir bawah ke atas
Huruf isti’la’ ada tuju huruf yaitu








Popular Post

Blog Archive

Barot M S. Powered by Blogger.

Blogger templates

Followers

Labels

- Copyright © Frogzen (..BMS..) -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -